Oleh: triadmoko | Maret 13, 2012

PENTAS SENI : seindah seni, seindah prestasi

SDIT AR RAIHAN Bantul mengadakan launching acara Festival Seni Antar Kelas pada hari Senin, 12 Maret 2012. Menurut Purweni Sugiatuti, S.Pd selaku ketua panitia, menyatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk me-refresh-kan pikiran siswa setelah Ujian Mid Semester 2. Faris Fantoro, S.Pd selaku Kepala Sekolah SDIT Ar Raihan dalam acara pembukaan menyatakan festival ini merupakan rangkaian dari Program Ujian Tengah Semester sehingga menjadi agenda rutin dalam kalender akademik sekolah.”Tujuan utama kegiatan ini selain menambah semangat belajar lagi setelah ujian, juga diharapkan memberikan ruang agar talenta siswa makin terasah dan terarah” imbuh Kepala Sekolah yang baru menjabat beberapa bulan ini. Festival antar kelas ini terdiri dari lomba paduan suara, membaca puisi, pidato, melukis, dan mewarnai. Selain itu juga digelar pameran lukisan karya siswa-siswi dari ekstrakurikuler melukis. Sebagai penutup dimeriahkan dengan pentas seni yang menampilkan berbagai kehebatan anak-anak, seperti persembahan dari ekstrakurikuler Seni Islami, menyanyi, atraksi tae kwon do, juga penampilan dari para juara lomba.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sabtu pagi, 3 Maret 2012 menjadi hari yang sangat luar biasa bagi 53 siswa-siswi kelas VI SDIT Ar Raihan Bantul. Dengan penuh rasa gembira, anak-anak beserta bapak dan ibu guru kelas VI mengikuti outbound. Bertempat di Desa Wisata Kalibuntung Pundong Bantul , acara ini khusus dilaksanakan sebelum anak-anak menghadapi hari-hari yang padat tryout sampai UN bulan Mei kelak. Permainan yang dimainkan yaitu game opposite, game pensil, game susur ban, meniti bambu, perang kantong gandum dan laba-laba air. Besar harapan Tim Sukses Kelas VI yang dimotori oleh bapak Triadmoko S.Pd.Si. , acara ini dapat membawa anak-anak dan guru-gurunya merasa Fresh, Fun, Fight dan Fair (F4). Fresh (segar) dan tanpa beban dalam mengerjakan soal, fun (gembira) karena UN ini menjadi ajang unjuk prestasi, terus fight (semangat) untuk mencapai hasil yang terbaik dengan doa dan ikhtiar, serta bersikap fair (jujur), tidak tergoda dengan segala bentuk sikap mencontek saat mengerjakan soal-soal ujian. Empat hal inilah yang teguh ditanamkan dalam diri anak-anak lewat permainan outbound kali ini. Dipimpin langsung oleh Tim MABIT kelas VI, ibu Rita Destiana, S.Si, acara ini berhasil membuat anak-anak tertawa lepas, bermain tanpa beban dan kembali semangat untuk menghadapi Ujian Tengah Semester genap dan tryout UN tingkat kabupaten Bantul, pekan esok.

ustadz Rahman Sudiyo, Ph.d :

“congrast! selamat ya ats persiapan UN SDIT AR RAIHAN. Subhanallah luar biasa motto 4Fnya…persepsi siswa terhadap UN yg seolah menjadi momok telah diubah jd sesuatu yg fun shg siswa bs selalu fresh dlm fighting di UN dg tetap menomorsatukan kejujuran. berita ttg 4F di KR hari ini sgt mengispirasi.” cc : ust faris, ust iken, ust dita, ust beti, ust tika, ust dewi

Oleh: triadmoko | Februari 25, 2012

MANASIK HAJI KECIL SDIT AR RAIHAN

Sabtu, 11 Februari 2012 tepat pukul 08.00 – 10.00, lebih dari 160 siswa-siswi kelas I dan II SDIT AR RAIHAN kecamatan Bantul di Masjid Agung Manunggal Bantul bersama-sama berlatih haji atau manasik haji kecil. Ini menjadi pengalaman pertama bagi siswa-siswi kelas IA, IB, IC, IIA, IIB dan IIC berlatih haji. Bertempat serambi dan halaman masjid yang telah disulap selayaknya Madinah, Bir Ali, Shafa, Marwa, Padang Arafah dan Multadzam, anak-anak dengan penuh semangat berlatih haji bersama Bapak/Ibu guru yang juga turut memandu kegiatan manasik ini. Lengkap dengan pakaian ihram bagi siswa putra dan bapak guru pemandu, pakaian serba putih untuk siswa putri dan ibu guru pemandu serta miniatur Ka’bah, agenda manasik berjalan lancar dan penuh semangat.

Agenda manasik haji merupakan agenda rutin SDIT AR RAIHAN tiap tahun menjelang bulan Dzukaidah. Di tahun ini, agenda manasik haji dipimpin oleh Bapak Nurgiyanta,S.Pd.I dan Ibu Wijiyati,S.Pd. Sebelum agenda manasik haji untuk siswa, tepat di hari sebelumnya, hari Jum’at, seluruh bapak/ibu guru dan karyawan juga melakukan manasik haji di tempat yang sama, agar bapak/ibu guru dapat dengan lancer dan fasih mendampingi anak-anak di pagi harinya. Dengan dilaksanakannya agenda ini, semoga sejak kecil anak-anak sudah menanamkan niat suci untuk ke Baitullah untuk berhaji, insyaallah.

Oleh: triadmoko | Agustus 15, 2011

Lomba Gebyar Ramadhan

Siswa-sisiwi kelas I – III berlomba-lomba mengHIAS PARCEL dan KARTU LEBARAN

untuk semarakkan RAMADHAN 1432 H di SDIT Ar Raihan

Jum’at, 12 Agustus 2011

Untuk melatih jiwa kreatifitas dan kewirausahawan, siswa-siswi kelas III berlomba-lomba membuat dan menghias parcel lebaran. Semua jenis makanan yang anak-anak sukai dibawa dan ditata dengan rapid an apik di sebuah nampan/wadah. Diberi kartu ucapan lalu dibungkus dengan plastik bening, hasilnya luar biasa, semua bisa menjadi direktur perusahaan parcel. Dengan harga yang terjangkau, parcel-parcel buatan siswa-siswi ini sudah layak dijual. Namun, parcel-parcel ini not for sale, tetapi akan mereka berikan kepada guru-guru pilihan mereka sendiri. Hmm… tentu saja ini akan menambah bingkisan parcel di rumah, bagi guru-guru yang beruntung mendapatkan parcel dari siswa-siswi kelas III… Mari kita tunggu siapakah guru yang beruntung tersebut, hehe…

Tak ketinggalan juga, rasa kreatifitas dan kewirausahaan dipelajari oleh siswa kelas I dan II dalam membuat kartu lebaran. Untuk kelas I berlomba-lomba menghias kartu lebaran sedangkan untuk kelas II berlomba-lomba menghias kartu lebaran dengan biji-bijian, gambar-gambar kartun yang digunting dari majalah/koran, serta ada juga berbagai bentuk seperi rumah-rumahan, mobil-mobilan juga turut mempercantik kartu lebaran anak-anak.

Berbagai lomba ini diadakan agar anak-anak khususnya siswa-siswi kelas I – III merasa bergembira saat berpuasa dengan mengikuti berbagai macam lomba-lomba yang diselenggarakan oleh panitia Ramadhan 1432 H SDIT Ar Raihan yang dikomandani oleh Bu Sri Rahayu Fatmawati,S.Pd.I. Setelah lomba ini berlangsung, pada pk.17.00 seluruh siswa-siswi kelas IA, IB, IC, IIA, IIB, IIC, IIIA, IIIB, dan IIIC dikumpulkan di ruang aula untuk mendengarkan dongeng menjelang berbuka bersama Kak Dani. Anak-anak sangat antusias mendengarkan dongen dari Kak Dani, karena Kak Dani pandai menirukan suara anak kecil, suara pesawat, suara kucing, dsb, hingga anak-anak tidak merasa bahwa waktu berbuka sudah tiba. Sambil menjawab yel-yel dari Pak Yunus, “Are you ready?” dan anak-anak menjawab, “Yes we are, Te O Pe Be Ge Te ok ok yes”, menu buka pun siap disantap…. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah SWT telah memberi kami banyak rezeki untuk berbuka dan terimalah puasa kami semua, aamiin!!

Oleh: triadmoko | Agustus 9, 2011

LOWONGAN PEKERJAAN

 Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar-Raihan membutuhkan guru dan karyawan dengan formasi sebagai berikut:

  1. Guru (1 orang)
  2. Karyawan Konsumsi ( 1 orang)

Persyaratan Umum:

  1. Beragama Islam
  2. Dapat membaca Al-Quran
  3. Memiliki jiwa mencintai anak-anak
  4. Berusia 20 – 35 tahun
  5. Ulet dan berdedikasi tinggi
  6. Surat lamaran
  7. Data Diri
  8. Foto 4 x 6 (2 lembar)
  9. Fotocopy ijazah terakhir
  10. Fotocopy KTP
  11. Fotocopy piagam-piagam/ sertifikat yang dimiliki
  12. Surat Sehat dari dokter

Syarat Khusus

  1. a.      Calon Guru
    1. Pendidikan minimal S-1 diutamakan dari jurusan bahasan, ilmu social.
    2. IP Minimal 2,75
  1. b.      Calon karyawan Konsumsi
    1. Pendidikan minimal SMA/SMK
    2. Memiliki keahlian memasak

Surat lamaran lengkap dikirim ke SDIT Ar-Raihan dengan alamat Sumberbatikan, Trirenggo, Bantul 55714 Telp (0274) 7435639

Mulai tanggal 11 – 18 Agustus 2011 di bagian Tata Usaha ( Bpk. Putut Prabowo) Hotline: 087838398827 / 085729948126, jam 08.00 – 13.00 WIB

Demikian informasi lowongan ini kami sampaikan.

Bantul, 9 Agustus 2011

 

Oleh: triadmoko | Agustus 8, 2011

PROFIL SDIT AR-RAIHAN

PENDAHULUAN

Sekolah sebagai wajihah pendidikan adalah sarana yang efektif untuk mencetak generasi. Ia adalah salah satu manifestasi tarbiyah yang dapat dirasakan langsung kemanfaatannya oleh masyarakat. Ia juga merupakan salah satu sarana meningkatkan posisi dan kredibilitas bahwa Islam memiliki konsep pendidikan yang terbaik. Mengingat pentingnya posisi sekolah maka peningkatan mutu dan eksistensi lembaga menjadi kebutuhan yang mestinya mendapatkan tempat yang penting. Tanpa adanya pengelolaan yang baik maka ia akan menjadi bumerang bagi pendidikan Islam pada umumnya.

Perjalanan lembaga pendidikan Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar-Raihan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Ar-Raihan sudah memasuki kancah baru dalam dunia pendidikan. SDIT Ar-Raihan didirikan pada tahun 2001 dibawah naungan Yayasan Pendidikan Ar-Raihan yang sekarang-2011- berubah nama menjadi Yayasan Ar-Raihan. Ini membawa angin segar bagai lembaga pendidikan SDIT Ar-Raihan untuk berkembang. Posisi tawar baik di masyarakat maupun di dunia pendidikan mulai  diakui keberadaannya setelah mendapatkan ijin operasional dari kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bantul pada tahun 2003.

Peran strategis ini tentunya harus dimanfaatkan sebagai momentum. Ia perlu di tata , dijaga, dimotivasi, dan ditingkatkan agar momentum tersebut  menjadi bermakna. Dalam kacamata social keberadaan SDIT Ar-Raihan memberikan wacana baru dalam berpendidikan, hingga pada akhirnya banyak bermunculan Sekolah dengan label Islam terpadu. Ini menunjukkan betapa fikroh pendidikan Islam mulai tertanam di benak masyarakat. Dalam beberapa kesempatan kita dapat menemui berbagai pendapat dari masyarakat terutama orang tua siswa tentang betapa perhatiannya pihak sekolah dalam hal ini guru kepada para siswanya. Dari mulai membina dan mendampingi akademik sampai akhlaq yang terkadang pantauannya sampai kerumah. Dari sisi keterpaduan kurikulum adanya SDIT memberikan wacana baru kepada masyarakat tentang konsep memadukan atau menyeimbangkan pendidikan. Tidak hanya ilmu dunia yang diburu namun memadukannya dengan ilmu akhirat atau ilmu agama dan menghasilkan buah yang manis. Yakni siswa dengan akhlaq Qur`ani yang tercermin dalam setiap tindak dan langkah kehidupannya, siswa dengan kecerdasan yang tinggi dengan berbekal keilmuannya, dan siswa dengan kemandirian yang mendewasakan anak tersebut.

VISI MISI DAN TUJUAN

A. Visi Sekolah

TERWUJUDNYA GENERASI QUR’ANI, CERDAS DAN MANDIRI

Indikator:

  1. Beriman kepada Allah SWT dan lima rukun yang lain dengan mengetahui fungsinya, serta terefleksi dalam sikap
  2. Mampu membaca Al Qur’an dengan baik, benar dan lancar sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid
  3. Hafal juz 30 dan 29
  4. Hafal hadits-hadits pendek dalam kehidupan sehari-hari
  5. Mampu beribadah dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan syari’at Islam baik ibadah wajib dan ibadah sunnah
  6. Mampu berakhlak mulia dengan meneladani sifat, sikap, dan kepribadian Rasulullah SAW dan para sahabat
  7. Mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris sederhana
  8. Memiliki prestasi akademik yang baik
  9. Mampu menyampaikan pendapat
  10. Mampu mengatur waktu dengan baik
  11. Mampu melakukan perbuatan yang memberi manfaat untuk dirinya dan orang lain.
  12. Menghargai kemampuan diri dan menghormati kelebihan orang lain
  13. Bertanggung jawab dengan tugas pribadi dan kelompok.

B. Misi Sekolah

  1. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempraktekkan dan merasakan hasil-hasil pengamalan ibadah dan akhlak dalam menghadapi tugas-tugas dan masalah kehidupan
  2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membiasakan sikap dan perilaku yang baik sesuai dengan ajaran Islam serta budaya bangsa dalam menghadapi masalah kehidupan.
  3. Membiasakan membaca Al Qur’an setiap hari
  4. Menciptakan proses belajar mengajar yang efektif sehingga potensi siswa berkembang secara optimal.
  5. Melaksanakan bimbingan belajar secara kontinyu dan menyeluruh sesuai dengan potensi anak
  6. Menjadikan figur guru serta petugas sekolah lainnya maupun orang tua peserta didik, sebagai cermin manusia berkepribadian Islam
  7. Menumbuhkembangkan kreatifitas peserta didik sesuai dengan potensi masing-masing
  8. Menerapkan manajemen partisipasi aktif pada semua warga sekolah dan dewan sekolah Baca Lanjutannya…
Oleh: triadmoko | Agustus 7, 2011

MARHABAN YA RAMADHAN 1432 H

MARHABAN YA RAMADHAN 1432 H

RAMADHANKU yang CERIA dan PENUH MAKNA

 

 

Syukur Alhamdulillah, Allah SWT Tuhan semesta alam beserta isinya, telah memberikan rahmat dan karuniaNya, hingga kita semua bisa sampai dan berjumpa dengan bulan penuh baarakah, bulan penuh ampunan, bulan penuh kasih sayang Allah SWT…bulan Ramadhan 1432 H. Sholawat serta salam juga senantiasa tercurah untuk kekasih Allah SWT, murobbi kita semua…Rosulullah SAW, juga keluarganya, para sahabat jg tabi’in, yang karena beliau pulalah kita dapat menteladani sikap sempurna beliau ketika ramadhan tiba.

Pun dengan kami seluruh warga SDIT Ar Raihan menyambut dengan penuh syukur dan haru bulan Ramadhan ini dengan mempersiapkan agenda-agenda penyemangat untuk siswa-siswi, guru, orangtua siswa dan masyarakat sekitar. Diawali dengan kirab Ramadhan di kampus II Manding Dawang, kampus I Sumberbatikan , kampus III Karangmojo dan Pasar Bantul. Kirab ini berupa halal bi halal, silaturahim dan pembagian jadwal imsakiyah. Selama KBM berlangsung, untuk penguatan akhlaq siswa-siswi diadakan mentoring setiap sebelum sholat dzuhur, penuh selama 2 – 19 Ramadhan. Aneka lomba ramadhan juga tidak ketinggalan untuk menyemarakkan ramadhan tahun ini, yaitu lomba membuat kartu lebaran untuk kelas I dan II, menghias parcel lebaran untuk kelas III.  Sedangkan lomba untuk kelas IV, V dan VI ada lomba kaligrafi, da’I kecil dan nasyid. Lomba ini akan dilaksanakan hari Jum’at 12 Agustus 2011 untuk kelas I – III dan hari Sabtu 13 Agustus 2011 untuk kelas IV – VI , tentu saja dengan buka bersama agar lebih penuh syukur.  Pesantren ramadhan juga dilaksanakan untuk kelas IV – V dan alumni angkatan V 2010/2011 pada hari Sabtu – Ahad, 13 – 14 Agustus 2011 di kampus I Sumberbatikan. Untuk zakat fitrah akan dilaksanakan mulai pekan depan, 8 – 15 Agustus 2011. Serangkaian agenda ramadhan akan ditutup dengan syawalan keluarga besar SDIT Ar Raihan di bulan syawal, insyaallah! Besar harapan kami, seluruh agenda ini dapat menjadi pemicu semangat untuk memenuhi bulan ramadhan dengan ibadah-ibadah yang diajarkan Rosulullah SAW, dengan amalan-amalan yang disukai Allah SWT, bagi siswa-siswi, guru, karyawan, orangtua siswa, keluarga guru karyawan dan msayarakat sekitar, aamiin!

Oleh: triadmoko | Agustus 7, 2011

SEMARAK RAMADHAN CERIA PENUH MAKNA di SDIT AR RAIHAN

Kafilah Kirab Ramadhan SDIT Ar Raihan serbu Pasar Bantul

Beginilah anak Ar Raihan

Selalu berani kalahkan yang lain

            Walau panas matahari

           Walau hujan turun lagi

            Kami selalu berani kalahkan SD yang lain

SDIT Ar Raihan tunjukkanlah aksimu ok ok yes!

SDIT Ar Raihan tunjukkanlah aksimu ok ok yes

Sungguh luar biasa semangat anak-anak SDIT Ar Raihan menyambut datangnya bulan penuh baarakah, bulah penuh kasih saying Allah SWT, bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat Allah SWT, bulan Ramadhan 1432 H, pun sampai hari ini, hari ke 6 bulan Ramadhan, masih terasa semangat anak-anak ketika menyanyikan jingle di atas saat kafilah kirab Ramadhan SDIT Ar Raihan dalam perjalanan ke Pasar Bantul, hari Jum’at 29 Juli 2011. Rangkaian agenda RAMADHAN CERIA PENUH MAKNA SDIT AR RAIHAN diawali dengan halal bi halal, seluruh siswa-siswi  kelas I – VI saling memohon maaf antara siswa dengan bapak ibu guru dan siswa dengan siswa.

Selanjuntnya, halal bi halal ke warga sekitar sekolah. Untuk siswa-siswi kelas I bersilaturahim dan membagikan jadwal imsakiyah ke warga sekitar kampus II dusun Manding Dawang, dengan didampingi ibu guru kelas I, ada Bu Yeni, Bu Must, Bu Afi, Bu Umi dan Bu Nurul. Untuk siswa-siswi kelas II bersilaturahim dan membagikan jadwal imsakiyah ke warga sekitar kampus I dusun Sumberbatikan dengan didampingi Bu Lanjar, Bu Lina, dll. Untuk siswa-siswi kelas III dan IV bersilaturahim dan membagikan jadwal imsakiyah ke warga sekitar kampus III dusun Karangmojo, didampingi oleh Bu Kamti, Bu Dewi, Pak Nur, dll. Sedangkan siswa-siswi kelas V dan VI bersilaturahim dan membagikan jadwal imsakiyah ke para pedagang di dalam Pasar Bantul.

Kafilah Kirab Ramadhan ke Pasar Bantul ini diberangkatkan dengan dua truk polisi. Siswa-siswi kafilah ini sangat antusias dan bersemangat untuk bersilaturahim ke Pasar Bantul, terbukti dengan tak henti-hentinya menyanyikan jingle SDIT Ar Raihan dan Muhammad Teladanku sepanjang jalan menuju Pasar Bantul. Baik siswa putra atau putri tidak mau kalah untuk terus menyebarkan semangat ramadhan dengan bernyanyi, bahkan para pengguna jalan dibelakang truk kami merasa sangat terhibur. Tak ketinggalan juga untuk bernyanyi, bapak ibu guru yang turut mendampingi, ada Pak Heri, Pak Yudha, Bu Tuti, Bu Sri, Bu Maya dan Bu Rita.

Sesampainya di Pasar Bantul, siswa-siswi membagi daerah penyebaran dan segera beraksi untuk membagikan jadwal imsakiyah kepada pedagang-pedagang yang ada. Banyak pembelajaran yang bisa diambil, diantaranya siswa-siswi akan belajar bersikap sopan dan santun kepada orang yang lebih tua yang belum pernah dikenal sama sekali. Terlihat dari sikap siswa-sisiwi saat membagikan pun berbeda-beda, ada yang berani, malu-malu dan takut. Kejadian-kejadian lucu pun juga terjadi. Seperti yang dialami mbak April kelas VB dan mbak Ratih kelas VA saat membagikan jadwal imsakyah kepada seorang ibu pedagang tempe. Begitu menerima jadwal imsakiyah si ibu malah mengeluarkan uang dan mbak April beserta mbak Ratih spontan berkata, “Niki mboten mbayar kok mbah” dan si ibu menjawab “Oh nggih, maturnuwun”. Subhanallah …

Setelah waktu yang diberikan sudah cukup, maka siswa-siswi segera naik ke truk polisi untuk kembali ke sekolah. Dengan berbekal semangat dari hasil membagikan jadwal imsakiyah dengan para pedangan di Pasar Bantul, siswa-siswi belajar bersyukur, bahwa tahun ini kami, seluruh warga SDIT Ar Raihan dapat berpuasa bersama-sama dalam keadaan yang tidak kurang suatu apa pun, Alhamdulillah ya Allah…

Oleh: triadmoko | Juli 14, 2010

Jika aku menjadi….

Berawal dari kelelahan yang amat sangat, keliling berbagai daerah di Indonesia untuk mengenalkan SEKOLAHNYA MANUSIA dan menyebarkan virus positif MULTIPLE INTELLIGENCE. Lalu muncul dalam benak dan kenyataan yang dihadapi, bahwa semua orang ingin berubah untuk menjadi baik dan lebih baik. Namun seperti ada tembok raksasa yang menghadang. Penghalang itu mungkin berupa sistem pendidikan yang kurang manusiawi. Atau paradigma pendidikan manusia yang salah. Sebenarnya hati kecil banyak orang sudah merasakan hal tersebut dan mereka ingin berubah.

Sampai-sampai ketika saya kelelahan dengan pekerjaan yang tidak kunjung selesai. Banyak teman bertanya apa yang bisa kami bantu? Lalu tertulislah rentetan jawaban-jawaban pengandaian. Pengandaian memang seperti kebebasan setiap orang dalam bermimpi. Maka inilah jawaban-jawaban pengandaian:

  • Jika aku menjadi orangtua, aku akan memberi anak-anakku kesempatan belajar mengenal orangtuanya lebih dalam dan keluarga. Aku tidak memaksakan anak-anakku sepulang sekolah untuk konsentrasi pada PR-PR nya dan buku ajarnya. Aku akan menjadi orangtua yang tahu bahwa belajar itu banyak caranya. Belajar itu bukan anak kita mengerjakan soal-soal dari pukul 7 malam sampai 10 malam.Sedangkan mereka sudah kelelahan belajar mulai pukul 7 pagi. Aku akan memberi kesempatan anakku bercanda, bersendau gurau dengan keluarga. Entah itu di meja makan, di ruang keluarga atau di teras depan rumah. Kalau perlu pergi keluar menghirup angin malam. Aku mungkin yang akan memulai bercerita tentang bagaimana masa mudah dulu akau bertemu dengan makhluk yang bernama MASALAH. Lalu bagaiman aku satu persatu mampu menyelesaikannya. Atau aku bercerita kepada sang buah hati, betapa sulitnya mencari peluang pasar untuk penjualan produk-produk di perusahaan tempat aku bekerja. Betapa kita semua harus kreatif mengahadapi perusahaan-perusahaan asing yang sudah menyebar ke Indonesia. Lalu bergantian aku ingin mendengar cerita-cerita heboh dari anak-anakku tentang kejadian di sekolah. Tentang perilaku teman-teman sekelasnya. Tentang bagaimana gurunya yang heboh ketika mengajar. Bagaimana setiap pelajaran mempunyai hubungan yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Jika aku menjadi orangtua akan aku lakukan itu semua.
  • Jika aku menjadi guru, aku akan menjelajah dan mencari tahu gaya belajar siswa-siswaku. Lalu aku masuk dalam dunianya, sehingga tidak ada lagi bidangg studi yang sulit, semuanya menyenangkan dan tak terlupakan seumur hidup. Matematika sulit? Itu mitos! Bahasa Inggris sulit? Juga mitos, dan lain-lain. Bukankan bidang studi itu semuanya sama, yaitu butiran-butiran informasi yang disampaikan oleh guru kepada para siswanya. Aku akan menjadi guru yang selalu menservis siswanya. Aku akan menganggap mereka raja. Aku harus menciptakan kondisi bahwa mereka membutuhkan sebuah informasi dan aku adalah pemberi informasi. Aku akan berusaha sekuat mungkin menjelaskan kepada mereka APA MANFAATNYA PELAJARAN ini bagi kita semua. Aku wajib menghindari penjelasan yang abstrak kepada mereka. Untuk itu aku harus menjadi makhluk yg tak boleh berhenti untuk belajar.
  • Jika aku menjadi kepala sekolah, aku harus memimpin sekolah dengan paradigma pendidikan yang benar, menomorsatukan akhlak, bukan nilai-nilai kognitif yang diperoleh dengan tidak jujur. Aku tidak akan bangga dengan nilai-nilai siswaku pada ujian nasional yang tinggi, padahal itu didapat dari ketidak jujuran. Aku harus menghormati dua hal penting yaitu KEWENANGAN dan TUGAS. Aku berusaha menjadi pemimpin guru-guruku tidak dengan memaksa mereka untuk menuruti kemauanku. Apalagi kemauan pribadi. Aku wajib menghindari kesempatan untuk memperkaya diri sendiri. Aku harus memberikan tauladan kebaikan kepada guru-guruku, sebab aku tahu aku adalah seorang pilot dalam pesawat SEKOLAH AIR yang sedang mengangkasa menebus awan pekat dan membuat guncangan hebat, namun harus terus dilewati.
  • Jika aku menjadi owner sekolah/ketua yayasan, aku akan membangun sekolah tidak boleh dengan sebelah mata, harus serius. Sebab di dalamnya ada para guru, ada siswa-siswa, ada wali murid, dan semua itu adalah manusia. Aku akan memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang bekerja di dalamnya dan mereka semua adalah keluarga. Jika aku tidak mampu melakukan itu disebabkan kesibukan yang lain, maka aku akan memilih wakilku yang profesional, yang mengerti pendidikan dan memberikan kewenangan padanya untuk menjalankan sekolah tersebut.
  • Jika aku menjadi menteri pendidikan, maka aku akan menjadikan fungsi ujian nasional untuk pemetaan kualitas, bukan untuk standar kelulusan. Aku sadar sulit untuk menghapus unas, sebab banyak orang dan instutusi yang ‘kecripatan’ dana tahunan unas sebagai rezeki rutin. Kalau aku langsung hapus, maka akan ada gelombang protes dari pihak-pihak ini. Aku akan memilih ‘win-win solution’. Unas tetap ada sebab untuk menjaga ‘perut’ yang harus selalu terisi tiap tahun, namun hasilnya untuk ‘mapping’ kualitas. Sedangkan untuk meluluskan berdasarkan kemampuan kognitif, psikomotorik dan afektif siswa adalah guru atau sekolahnya masing-masing. Insyaallah tidak akan ada parade stres setiap tahun. Tidak ada parade ‘bunuh diri’ setiap tahunnya.
  • Jika aku menjadi presiden, aku akan memfokuskan seluruh kekuatan bangsa untuk pembinaan akhlak dan moral rakyat bangsa ini, dari sabang sampai merauke, dan semua lapisan masyarakat. Wadah itu adalah memanusiakan semua sekolah yg ada di bumi ibu pertiwi ini. Program dasar yang merupakan hak asasi setiap manusia yaitu program mencerdaskan anak-anak bangsa dengan menjadikan mereka MANUSIA yang mempunyai dua dimensi, jasmani dan ruhani
    Lalu sampai di sini saya hanya ambil nafas dalam-dalam dan seterusnya menyerahkan tulisan ini kepada semua teman-teman, agar dapat memilih JIKA AKU MENJADI ‘AP.(http://sdit-insanmandiri.net/)

Older Posts »

Kategori